I.
TUJUAN
Adapun
tujuan pada praktikum kali ini adalah untuk mengetahui perintah-perintah yang
ada pada system operasi linux. Selain
itu pula praktikum kali ini dimana belajar untuk mengenali bagian-bagian atau
hirarki pada linux. Dan mempelajari fungsi-fungsi dalam sistem operasi linux ini yaitu dimulai
dari struktue hirarki linux yaitu ada /bin, /dev, /sbin, /home, /lib, /proce,
/tmp, /usr, /var.
II.
TINJAUAN PUSTAKA
Pengorganisasian
Linux File System (LFS) mempunyai
kemiripan dengan sistem DOS, Windows atau sistem operasi lan, yaitu memiliki
sistem file hirarki. Hirarki dari LFS dimulai dengan direktori root yang
ditandai dengan tanda slash (/).
Direktori root dapat berisi file dan direktori dan seriap deriktori dapat
berisi file dan direktori (Ema, 2004).
File
Hierarki System (FHS) merupakan cara atau metode untuk memberi nama pada sebuah
file atau berkas dan menempatkannya pada suatu media penyimpanan dalam bentuk
hirarki dan setiap sistem operasi memiliki sistem tersendiri (Fauzi, 2012).
Sistem
berkas (Inggris:File System) adalah metoda untuk memberi nama pada berkas dan
meletakkannya pada media penyimpanan. Masing-masing sistem operasi memiliki
sistem berkas sendiri untuk meletakkan file dalam sebuah
struktur hirarki. Contoh dari sistem berkas termasuk di dalamnya FAT, NTFS, HFS
dan HFS+, ext2, ext3, ISO 9660, ODS-5, dan UDF. Linux mempunyai sistem hirarki yang diturunkan dari
sistem operasi "orangtuanya" yaitu UNIX. Directory
yang berada paling ujung atau paling dasar yaitu /(root). Di bawah
direktori root (/), ada beberapa kumpulan direktori sistem penting yang umum
digunakan oleh banyak distribusi Linux lainnya. Di bawah ini adalah daftar dari
direktori umum yang berada tepat di bawah direktori root (/) :
·
/bin -
aplikasi biner penting
·
/boot -
lokasi berkas konfigurasi untuk boot.
·
/dev -
berkas peranti (device)
·
/etc -
berkas konfigurasi, skrip startup, dll (etc)...
·
/home -
direktori pangkal (home) untuk pengguna
·
/lib -
libraries yang diperlukan oleh sistem
·
/lost+found
- menyediakan sistem lost+found untuk berkas yang berada dibawah direktori root
(/)
·
/media -
mount (memuat) removable media seperti CD-ROM, kamera digital, dll...
·
/mnt - untuk
me-mount sistem berkas
·
/opt -
tempat lokasi untuk menginstal aplikasi tambahan (optional)
·
/proc -
direktori dinamis khusus yang menangani informasi mengenai kondisi sistem,
termasuk proses-proses (processes) yang sedang berjalan
·
/root -
direktori pangkal untuk root, diucapkan 'slash-root'
·
/sbin -
sistem biner penting
·
/sys -
mengandung informasi mengenai system
·
/tmp -
berkas sementara (temporary)
·
/usr -
tempat aplikasi dan berkas yang sering digunakan oleh pengguna (users)
·
/var -
berkas variabel seperti log dan database
(Bayu,
2011).
Hirarki sistem berkas diatas merupakan sistem berkas
dasar yang ada pada sebagian distro yang beredar. Pada distro lain mungkin
terjadi perbedaan. Tetapi pada dasarnya sama yaitu memiliki / sebagai akarnya.
Pada sistem berkas tersebut, sub directori dapat berada pada harddisk yang
berbeda. Berbeda dengan windows yang menggunakan backslash (\)
sebagai pembatas directory dengan directory atasnya atau bawahnya. Linux
menggunakan slash (/) sebagai pembatasnya. Misalnya pada windows C:\Program
Files\Open Office\. Sedangkan pada linux \home\bayu\file data\. Pada windows
dikenal drive C: D: dan seterusnya, maka pada linux drives tersebut di masukkan
dalam directory /mnt dan /media untuk CDROM dan media external lainnya. Tetapi
pada distro distro dapat memiliki aturan yang berbeda (Bayu, 2011).
File system atau manajemen
file adalah metode dan struktur data yang digunakan sistem operasi untuk
mengatur dan mengorganisir file pada disk atau partisi. File system juga dapat
diartikan sebagai partisi atau disk yang digunakan untuk menyimpan file-file
dalam cara tertentu. Cara memberi suatu file system ke dalam disk atau partisi
dengan cara melakukan Format
(Adia, 2008).
File system Linux kebanyakan
menggunakan ext2 (baca: second extended) atau ext3, file system yang tidak
mengalami fragmentasi seperti halnya file system windows (FAT/FAT32). Ext2 juga
memiliki system security yang baik dengan menerapkan access permission untuk
owner, group owner, dan other
(Adia, 2008).
Linux merupakan salah satu dari variasi
unix. Sistem operasi linux merupakan sistem operasi yang open source. Banyak
aplikasi multimedia dan alat pengembang aplikasi multimedia dijalankan pada
sistem operasi ini, terutama dambar. Pemakai jaringan dan internet sangat
menyukasi linux. Sistem operasi ini sekarang dilengkapi KDE dan GNOME, sehingga
tampil menarik dan menawan. Berbagai variasi linux bermunculan, antara lain red
hat, suse, mandrake, debian dan caldera.karena sistem operasi ini lebih murah
dibandingkan windows, maka semakin banyak orang yang memakai linux. Bahkan
beberapa proyek dibawah port DirectX API dijalankan pada linux dan linux
menyediakan sistem operasi untuk PDA serta sony merilis seperangkat peralatan
terbaru yang memberikan peluang pemrograman pada playstudi 2 berjalan pada
linux versi khusus (Suyanto, 2012).
Linux adalah
nama yang diberikan system komputer bertipe unix Linux merupakan salah satu
contoh hasil pengembangan perangkat lunak bebas terbuka dan sumber utama
terbuka. Istilah Linux atau GNU/Linux (GNU) juga digunakan sebagai rujukan
kepada keseluruhan distro Linux (Linux distribution), yang di dalamnya
disertakan programprogram lain pendukung sistem operasi. Contoh program
tersebut adalah server web, bahasa pemrograman, basisdata, tampilan desktop
(Desktop Environment) (seperti GNOME dan KDE), dan aplikasi perkantoran (office
suite) seperti keunggulan, seperti multiuser, multiprosesor, dan
OpenOffice.org, KOffice, multilevel filesystem. Namun pada tahun 1969, Abiword,
Gnumeric (Bayoe, 2009).
Jika asal usul MSDOS/Windows berasal dari
pengembangan QDOS yang dilakukan oleh Bill Gates. Maka UNIX merupakan salah
satu sistem operasi yang mengawali lahirnya Linux ke dunia ini. Sejarah
kemunculan unix ini dimulai pada tahun 1965 ketika para ahli dari Bell Labs,
sebuah laboratorium milik AT & T, bekerja sama dengan MIT dan General
Electrik membuat sistem operasi bernama Multics (Bayoe, 2009).
Sistem operasi Multics ini awalnya
didesain dengan harapan akan menciptakan beberapa keuntungan, seperti
multiuser, multiprosesor dan multilevel filesystem. Namun pada tahun 1969,
AT&T akhirnya menghentikan proyek pembuatan Multics karena sistem operasi
Mulics ini sudah tidak memenuhi tujuan semula. Dengan kata lain, proyek ini
mengalami hambatan karena dalam kenyataannya Multics banyak terdapat bugs dan
sulit sekali dioperasikan (Bayoe, 2009).
Pada tahun 1991 di Fhilipina,
saat itu seorang mahasiswa ilmu komputer di Universitas Helsinki bernama Linus
Tovald berhasil mengembangkan OS berbasis Unix dari sirtem operasi Minix yang
diberi nama linux (Bayoe, 2009).
Linus Tovald sudan mengenal
bahasa pemrograman sejak berumur 10 tahun. Saat
itu sering mengutak-atik komputer kakenya, Commodore VIC-20. Karena hobinya
dalam dunia computing 1988 Linus diterima di University Helsinki pada tahun
1990. Linus memulai kelas pemrograman bahasa C pertamanya. Pada tahun 1991,
Linus tidak puas terhadap sistem operasi yang ada pada PC pertamanya (MS-DOS
atau Disk Operation System). OS buatan Microsoft (Bayoe, 2009).
Linus lebih cenderung untuk menggunakan
sistem operasi Unix untuk menggunakan sistem operasi unix seperti yang dipakai
komputer milik univertsitasnya. Akhirnya ia mengganti sistem operasi opensource
minix yang berbasiskan unix (Bayoe, 2009).
Dibawah ini akan dijelaskan
sejarah dari sistem operasi Linux.
·
MINIX (1987) : Andrew S. Tanenbaum mengembangkan Minix, sistem
operasi berbasis Unix yang ditujukan untuk pendidikan. MINIX nantinya
menginspirasi pembuatan Linux.
·
Linux 0.01 (1991): Mahasiswa Helsinki bernama Linus Torvalds
mengembangkan OS berbasis Unix dari sistem operasi Minix yang diberi nama
Linux.
·
Distro Linux (1992) : Linux didistribusikan dalam format distro
yang merupakan gab ungan dari OS plus program aplikasi. Distro pertama Linux
dikenal sebagai SLS (Softlanding Linux System).
·
Slackware (1993) : Patrick
Volkerding mendistribusikan Slackware Linux yang menjadi distro populer pertama
di kalangan pengguna Linux.
·
Debian (1993) : Ian Murdock dari Free Software Foundation (FSF)
membuat OS berbasis Linux dengan nama Debian.
·
SuSE (1994) : OS Linux versi Jerman dikembangkan oleh Software und
System Entwicklung GmbH (SuSE) dan dibuat dari distro Linux pertama, SLS.
·
Red Hat (1994): Marc Ewing memulai pembuatan distro Red Hat Linux.
·
Server Linux (1998): Linux mendapat dukungan dari banyak perusahaan
besar, seperti IBM, Sun Microsystem dan Hewlet Packard. Server berbasis Linux
mulai banyak dipergunakan menggantikan server berbasis Windows NT.
·
Google (1998): Search Engine terbaik hadir di Internet dan
diketahui menggunakan Linux sebagai servernya.
·
Japan Goes Linux (1998): TurboLinux diluncurkan di Jepang dan
segera menjadi OS favorit di Asia, khususnya di Jepang, China dan Korea.
·
Mandrake (1998): Gael Duval dari Brazil mengembangkan distro
Mandrake yang diturunkan dari Red Hat.
·
Support (1999): Hewlett Packard mengumumkan layanan 24/7 untuk
distro Caldera, Turbo Linux, Red Hat dan SuSE.
·
Corel Linux (1999): Corel pembuat program Corel Draw, yang
sebelumnya telah menyediakan Word Perfect versi Linux, ikut membuat OS berbasis
Linux dengan nama Corel Linux dan yang nantinya beralih nama menjadi Xandros.
·
Lindows (2001): Michael
Robertson, pendiri MP3.com, memulai pengembangan Lindows yang diturunkan dari
Debian. Nantinya Lindows berganti nama menjadi Linspire karena adanya tuntutan
perubahan nama oleh Microsoft.
·
Open Office (2002): Program perkantoran berbasis Open Source
diluncurkan oleh Sun Microsystem.
·
OS Lokal (2002): OS buatan anak negeri berbasis Linux mulai
bermunculan, diantaranya Trustix Merdeka, WinBI, RimbaLinux, Komura.
·
Fedora (2003): Redhat mengumumkan distro Fedora Core sebagai
penggantinya. Nantinya ada beberapa distro lokal yang dibuat berbasiskan
Fedora, seperti BlankOn 1.0 dan IGOS Nusantara.
·
Novell (2003): Ximian, perusahaan pengembang software berbasis
Linux dibeli oleh Novell, begitu juga halnya dengan SuSE yang diakuisisi oleh
Novell.
·
LiveCD (2003): Knoppix merupakan distro pertama Linux yang
dikembangkan dengan konsep LiveCD yang bisa dipergunakan tanpa harus diinstal
terlebih dahulu. Distro lokal yang dibuat dari Knoppix adalah Linux Sehat dan
Waroeng IGOS.
·
Ubuntu (2004): Versi pertama Ubuntu diluncurkan dan
didistribusikan ke seluruh dunia. Ada beberapa versi distro yang dikeluarkan,
yaitu Ubuntu (berbasis Gnome), Kubuntu (berbasis KDE), Xubuntu (berbasis XFCE),
dan Edubuntu (untuk pendidikan).
·
Mandriva (2005): Mandrake bergabung dengan Conectiva dan berganti
nama menjadi Mandriva.
·
Unbreakable Linux (2006): Oracle ikut membuat distro berbasis
Linux yang diturunkan dari Red Hat Enterprise.
·
CHIPLux (2006): Distro lokal terus bermunculan di tahun ini,
bahkan Majalah CHIP yang lebih banyak memberikan pembahasan tentang Windows
juga tidak ketinggalan membuat distro Linux dengan nama CHIPLux, yang
diturunkan dari distro lokal PC LINUX dari keluarga PCLinuxOS (varian
Mandriva). CHIPLux merupakan distro lokal pertama yang didistribusikan dalam
format DVD.
·
3D OS (2008): Tidak seperti halnya Vista yang membutuhkan
spesifikasi tinggi, 3D Desktop di Linux muncul dengan spesifikasi komputer yang
sangat ringan. Era hadirnya teknologi 3D Desktop di Indonesia ditandai dengan
hadirnya sistem operasi 3D OS yang dikembangkan oleh PC LINUX. Ada beberapa
versi yang disediakan, yaitu versi 3D OS untuk
pengguna umum serta versi distro warnet Linux dan game center Linux
(Ari, 2009).
Diatas merupakan sedikit pembahasan mengenai praktikum ini. Untuk laporan bisa download disini






0 komentar:
Posting Komentar