RSS

[Laporan Praktikum 5 Sistem Operasi] ADMINISTRASI DASAR SYSTEM LINUX

   I.           TUJUAN
Tujuan mempelajari administrasi linux ini adalah untuk mengenal shell linux. Selain mengenal shell linux, diharapkan juga kepada mahasiswa untuk mengenal perintah-perintah dasar yang terdapat dalam linux. Jika sudah mengenal perintah-perintah dasar linux, mahasiswa juga diharapkan untuk mengenal dan mengerti kombinasi perintah-perintah dasar yang terdapat di linux. Untuk memenuhi tujuan tersebut maka kita akan mem[elaari console linux dan manajemen file dan direktori.
   II.        TINJAUAN PUSTAKA
         Begitu banyak jenis Linux yang digunakan oleh para pengguna komputer, di antaranya Debian, Redhat, Caldera, Mandrake, Ubuntu, dan lain-lain. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas perintah-perintah dasar Linux yang dijalankan pada Ubuntu. Ubuntu adalah salah satu distribusi Linux yang berbasiskan pada Debian  dan memiliki interface desktop. Proyek Ubuntu disponsori oleh Canonical  Ltd (perusahaan milik Mark Shuttleworth). Ubuntu cocok digunakan baik untuk desktop maupun server. Ubuntu saat ini mendukung berbagai arsitektur komputer seperti PC (Intel x86), PC 64-bita (AMD64), PowerPC (Apple iBook dan Powerbook, G4 dan G5), Sun UltraSPARC, dan T1 (Sun Fire T1000 dan T2000). Ubuntu menyertakan lebih dari 16.000 buah perangkat lunak, dan untuk instalasi desktop dapat dilakukan dengan menggunakan satu CD saja. Ubuntu menyertakan semua aplikasi standar untuk desktop mulai dari pengolah kata, aplikasi lembar sebar (spreadsheet) hingga aplikasi untuk mengakses internet, perangkat lunak untuk server web, peralatan untuk bahasa pemrograman, dan tentu saja beragam permainan (Heryanto, 2012).
         Sistem operasi linux pada umumnya didistribusikan dengan telah dilengkapi dengan berbagai macam program yang digunakan untuk melakukan berbagai macam hal seperti melakukan manajemen file, manajemen jaringan, teks editor dan lain-lain (Ema, 2004).
   Shell adalah “command executive” artinya program yang menunggu instruksi user, memeriksa sintaks dan menterjemahkan instruksi yang diberikan kemudian mengeksekusinya. Pada umumnya shell ditandai dengan command prompt, di Linux untuk user biasa biasanya ditandai dengan tanda $ dan untuk superuser biasanya tanda #. shell ada bermacam- macam di kinux biasanya digunakan bash.Di linux ada berbagai macam shell, berikut macam-macam shell :
·           Bourne Shell (sh)
·           C shell (csh)
·           Korn Shell (ksh)
·           Bourne Again Shell (bash)
 (Dewanti, 2013).
           Berikut beberapa perintah dasar yang ada pada linux
1.         Sudo su : Digunakan untuk login sebagai root/pengguna tertinggi.
Sintaks sudo su
2.         login :  Digunakan untuk login sebagai user lain, namun harus menjadi root dulu untuk bisa menjalankan peirntah ini.
Sintaks : login namauser
3.         cd : Digunakan untuk berpindah direktori
Sintaks : cd alamat_direktori
Contoh : cd /var/www
4.         pwd : Digunakan untuk memperlihatkan di direktori mana posisi kita berada sekarang.
Sintaks : pwd
5.         ls : Digunakan untuk melihat isi sebuah direktori.
Sintaks : ls
6.         cp : Digunakan untuk melakukan copy file.
Sintaks : cp /direktori/file_yang_ingin_dicopy /direktori tujuan
7.         mv : Digunakan untuk melakukan memindahkan, cut atau rename file.
Sintaks :    mv /direktori/file_yang_ingin_dicut /direktori tujuan (cut)
mv /direktori/file_yang_ingin_direname /nama_baru_file (rename)
8.         mkdir : Digunakan untuk membuat folder baru.
Sintaks : mkdir nama_folder
9.         rmdir : Digunakan untuk menghapus folder.
Sintaks : rmdir nama_folder
10.     touch : Digunakan untuk membuat file baru.
Sintaks : touch nama_file
11.     rm : Digunakan untuk menghapus file.
Sintaks : rm nama_file
12.     more : Digunakan untuk menampilkan isi sebuah file
Sintaks : more nama_fie
13.     echo : Digunakan untuk menuliskan sesuatu kata atau kalimat ke sebuah file.
Sintaks : echo “isi pesan” nama_file
14.     adduser : Digunakan untuk menambah user baru.
Sintaks : adduser nama_user
15.     addgroup : Digunakan untuk menambah group baru.
Sintaks : addgroup nama_group (Zainuri, 2013).
Secure shell (SSH) adalah aplikasi yang ditujukan unutk memungkinkan mengakses sebuah komputer secare remote (jarak jauh). SSH menjadi standart untuk mengakses komputer jarak jauh karena aplikasi unu menggunakan autentikasi dan public key session yang terenskripsi. Dengan demikian, data yang dikirim melalui jaringan atau internet akan terkirim dengan aman. Selain menawarkan sistem keamanan, aplikasi SSH juga relative mudah digunakan.  Dengan SSH, pengguna dapat login dan transfer data ke remote PC dengan aman karena data akan dienkrip terlebih dahulu sebelum dikirim. openSSH menggunakan enkripsi public-key dimana masing-masing sender (pengirim) dan receiver (penerima) mempunyai public key maupun private key. Sender mengenkripsi data menggunakan recipient public key. Hanya recipient private key yang bisa digunakan untuk men-decript data tersebut (Siregar, 2012).
Hampir semua sistem operasi linux, termasuk fedora 9 sudah menyertakan aplikasi SSH (openSSH) secara default pada kernelnya, artinya untuk menjalankan aplikasi SSH tidak diperlakukan lagi instalasi tambahan. Perlu diketahui juga bahawa OpenSSH bersifat open source yang bisa digunakan secara gratis (Siregar, 2012).
Untuk memastikan bahawa SSH sudah diinstal, lakukan  pengecekan misalnya dengan memeriksa versi OpenSSH yang terinstal dengan perintah berikut :
·        Ssh-V, bila ternyata perintah tersebut tidak menghasilkan iutput seperti ini ( OpenSSH_4.7pl, OpenSSL 0.9.8b 04 May 2006) artinyan aplikasi SSH belum terinstal. Untuk itu, lakukan proses instalasi dengan menuliskan perintah berikut:
·        #yum install openssh-server,  bila aplikasi sudah terinstal periksa status SSH denga perintah berikut: #service sshd status > sshd(pid 32287 23340 2077) is running… dari output tersebut kita dapat mengetahui bahwa SSH sudah terinstal dan dalam status sedang berjalan (running). Bila ternyata SSH belum berjalan maka jalankan dengan perintah berikut : #service sshd start untuk memastikan service sshd akan berjalan bila komputer restart, lakukan perintah berikut : #chkconfig—level 235 sshd on. Setelah SSH diinstal dan sudah dalam status running, kita dapat melakukan remote akses dari satu PC ke PC yang lain
(Siregar, 2012).
Komponen utama pada openSSH adalah :
·        /usr/sbin/sshd, adalah daemon secure shell yang terlebih dahulu harus dijalankan sebelum seorang user bisa menggunakan SSH client untuk remote login. Sshd menggunakan public-key kriptografi untu autentikasi dan mengenkrips komunikasi antara SSH server dengan SSH client.
·        /usr/bin/ssh, adalah perintah unutk login ke PC yang sudah menjalankan sshd. SSH ini juga digunakan unutk mengeksekusi perintah-perintah di remote PC.
·        /usr/bin/scp, adalah program untuk melakukan copy file atau foldr dari local PC ke remote PC.
·        /usr/bin/sftp, adalah program untuk melakukan download dan upload file.
·        /usr/bin/ssh-keygen, adalah untuk membuat public/private key.
·        /etc/ssh/sshd_config, untuk mengganti port sshd dilakukan di file ini.
·        /etc/ssh/ssh_config, file konfigurasi untuk SSH client
(Siregar, 2012).
Seperti halnya bila kita mengetikkan perintah di DOS, command line atau baris perintah di Linux juga diketikkan di prompt dan diakhiri enter untuk mengeksekusi perintah tersebut. Baris perintah merupakan cara yang lebih efisien untuk melakukan sesuatu pekerjaan oleh karena itu pemakai Linux tetap mengandalkan cara ini untuk bekerja. Sebaiknya pemula juga harus mengetahui dan sedikitnya pernah menggunanakan perintah baris ini karena suatu saat pengetahuan akan perintah-perintah ini bisa sangat diperlukan (Katriena, 2012).


Diatas merupakan sedikit pembahasan mengenai praktikum ini. Untuk laporan bisa download disini (cover ada salah redaksi :D )

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar