RSS

[Laporan Praktikum 6 Sistem Operasi] ADMISTRASI SYSTEM LINUX

I.         TUJUAN
Tujuan dari praktikum ini adalah mengenal manajemen user dan grup di linux, mengenal perizinan file dan direktori, dan mengenal proses dan disk.

II.      TINJAUAN PUSTAKA
Tidak seperti DOS, Linux mempunyai mekanisme keamanan yang terintegrasi. Masing-masing user (pengguna) mempunyai hak tersendiri. File dan direktori mempunyai jenis hak akses yang berbeda. Beberapa file tidak dapat diakses oleh user biasa. Hanya user dengan nama login root yang mempunyai wewenang penuh. Hal ini disebut sebagai administrator system, dan jika anda mengerjakan di PC sendiri, maka semestinya anda juga yang akan menjadi root atas mesin anda. Hal ini berlainan dengan DOS yang mengijinkan semua user untuk mengakses seluruh isi hard disk anda (Wahyu, 2005).
Lima tugas yang biasa dilakukan oleh sistem administrator pada sistem operasi linux yaitu, Menginstall Program, Membuat User dan Group, Update Software, Administrasi Network dan Tuning performansi.
1.      Install Program
Tugas administrasi sistem yang sangat sering dilakukan adalah installasi sebuah program yang dibutuhkan oleh sistem. Sebagai contoh multimedia dan Games.
2.      Membuat User dan Group
Setiap user baru dibuat kedalam sistem, account user tersebut harus di buat dan diconfigurasi agar dapat bekerja tanpa membuat resiko pada sekuriti.
3.      Update Software
Tidak dapat dipungkiri, network dan komputer client perlu melakukan updates pada masing-masing software dan sistem yang digunakan. Pada software security fixes adalah hal yang biasa diupdate, karena rawannya cracker yang berusaha mengeksploit kelemahan yang ada pada software yang akan/belum di update.
4.      Tunning Performasi
Salah satu tugas administrasi sistem yang paling sering dilakukan adalah melakukan tunning performasi pada sistem. Secara awam untuk mengetes performasi dapat dilakukan sebuah simulasi browsing situs pada internet. Tunning dapat diukur apabila ukuran seperti load page time pada mozilla dan pemakaian memori untuk program yang lain.
5.      Administrasi Network
Tiap-tiap Komputer client pada perusahaan besar biasnya menggunakan internet Administrasi jaringan/network pada sebuah jaringan merupakan suatu hal yang tak terpisahkan pada administrasi linux
 (Janita, 2008).
Linux merupakan system operasi multiselular yang artinya dapat dipakai oleh lebih dari satu pengguna. Untuk masuk ke system setiap pengguna harus memiliki nama user dan password yang dimilikinya. Jadi tidak sembarang orang bisa masuk kedalam system ini. Selain itu Linux juga memiliki sekuritas yang berupa hak akses terhadap suatu file dan direktori. Perijinan terhadap file dan direktori dibagi menjadi 3 macam akses yaitu :
a.       R (Read) : ijin untuk membaca dan membuka file dan direktori, nilainya adalah 4.
b.      W (Writre) :ijin untuk mengubah atau membuat/memodifikasi file dan direktori, nilainya adalah 2.
c.       X (Execute) :ijin untuk menjalankan program dan dapat difungsikan direktori kerja (pada direktori), nilainya adalah 1 (Hermawan, 2011).
Linux merupakan sebuah sistem operasi yang serupa dengan UNIX, dan merupakan implementasi independen dari sistem operasi POSIX, dengan ekstensi SYSV dan BSD sistem operasi UNIX, yang terutama berjalan di mesin (baca: mikroprosessor) keluarga Intel 80386DX, atau yang lebih baru (Supardi, 2001).
Linux disusun berdasarkan standar sistem operasi POSIX yang sebenarnya diturunkan berdasarkan fungsi kerja UNIX. UNIX kompatibel dengan Linux pada level system call, ini berarti sebagian besar program yang ditulis untuk UNIX atau Linux dapat direkompilasi dan dijalankan pada sistem lain dengan perubahan minimal. Secara umum dapat dikatakan Linux berjalan lebih cepat dibanding UNIX lain pada hardware yang sama. Selain itu UNIX memiliki kelemahan, yaitu tidak bersifat gratis (Hafiarny, 2005).
Administrator sistem melakukan beberapa hal penting berkaitan dengan user dan group antara lain :
1.      Pendaftaran nama login
2.      Pembekuan nama login user
3.      Penghapusan nama login user
4.      Pembuatan group baru
5.      Pembagian group
6.      Pengaturan direktori home
7.      Pengamanan file-file password
(Raharja, dkk. 2011).
Berdasarkan hak akses terhadap file dan direktori, Linux membagi user menjadi 3 kelompok yaitu :
1.      Pemilik (Owner) : pengguna yang mebuat file atau direktori tersebut.
2.      Kelompok (Group) : merupakan kelompok dari sebuah pengguna. Misalnya, beberapa pengguna dikelompokan dalam Group tertentu.
3.      Lainnya (Others) : merupakan pengguna yang tidak masuk dalam kelompok Owner dan Group.
(Masiyus, 2014).
Dalam sistem linux terdapat kepemilikan file atau ownership dan hak akses permission. Hak Akses merupakan keamanan file dalam sistem linux. Linux adalah sistem operasi yang multiuser, artinya dapat menampung banyak user secara baik. Karena linux adalah sistem operasi yang berdifat multiuser maka diperlukan mekanisme sistem untuk mencegah hak akses dari setiap file dari setiap user.


1.     Merubah Kepemilikan File
Untuk mengubah kepemilikan sebuah file kita bisa mempergunakan perintah chown yang memiliki format yang sama dengan perintah chmod. Bedanya yang kita ubah adalah kepemilikan sebuah file. Sintak yang digunakan adalah:

chown <users> <objek yang ingin diubah>

(Yenti, 2014).
2.    Hak akses file di linux adalah sangat penting untuk mencegah user yang tidak berkentingan mengakases file-file tertentu. Di dalam linux terdapat user administrator atau biasa disebut super user atau root. Jika kita menggunakan user ini maka akan dapat mengakses semua file yang ada. Di dalam linux terdapat 3 hak akses. Adapaun hak akses tersebut adalah :
a.    R (Read) : izin untuk membaca dan membuka file dan direktori, nilainya adalah 4.
b.    W (Writre) : ijin untuk mengubah atau membuat/memodifikasi file dan direktori, nilainya adalah 2.
c.    X (Execute) : izin untuk menjalankan program dan dapat difungsikan direktori kerja (pada direktori), nilainya adalah 1.
(Masiyus, 2014).

3.    Merubah hak akses, sebelum merubah hak akses perlu diketahui singkatan singkatan yang digunakan dalam perintah dan mengetahui struktur atribut sebuah file. Cara merubah hak akses ada 2 metode dan dengan menggunakan perintah chmod :
a.    Metode Angka
Perintah ini akan merubah perizinan suatu file/direktori menggunakan kode akses berupa 3 digit nomor tertentu, yang merupakan perwujudan dari hak akses suatu file di Linux. Masing-masing kode tersebut adalah 4 untuk membaca (read), 2 untuk menulis, dan yang terakhir adalah 1 untuk menjalankan sebuah file.
b.    Metode Huruf
Kalau pada metode angka menggunakan angka-angka, maka pada symbolic mode mempergunakan huruf yang bisa dikombinasikan.
4.    Mengubah group pemilik file
Untuk mengubah group pemilik sebuah file kita bisa mempergunakan perintah chgrp yang juga memiliki format yang sama dengan perintah chown. Bedanya yang kita ubah adalah group pemiliknya.

(Yenti, 2014).



Diatas merupakan sedikit pembahasan mengenai praktikum ini. Untuk laporan bisa download disini.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar