I.
TUJUAN
Tujuan dari praktikum
ini adalah mengenal manajemen user
dan grup di linux, mengenal perizinan file dan direktori, dan mengenal proses
dan disk.
II.
TINJAUAN
PUSTAKA
Tidak
seperti DOS, Linux mempunyai mekanisme keamanan yang terintegrasi.
Masing-masing user (pengguna) mempunyai hak tersendiri. File dan direktori
mempunyai jenis hak akses yang berbeda. Beberapa file tidak dapat diakses oleh
user biasa. Hanya user dengan nama login root yang mempunyai wewenang penuh.
Hal ini disebut sebagai administrator system, dan jika anda mengerjakan di PC
sendiri, maka semestinya anda juga yang akan menjadi root atas mesin anda. Hal
ini berlainan dengan DOS yang mengijinkan semua user untuk mengakses seluruh
isi hard disk anda (Wahyu, 2005).
Lima tugas yang biasa
dilakukan oleh sistem administrator pada sistem operasi linux yaitu, Menginstall
Program, Membuat User dan Group, Update Software, Administrasi Network dan
Tuning performansi.
1.
Install
Program
Tugas administrasi sistem yang sangat sering
dilakukan adalah installasi sebuah program yang dibutuhkan oleh sistem. Sebagai
contoh multimedia dan Games.
2.
Membuat
User dan Group
Setiap user baru dibuat kedalam sistem,
account user tersebut harus di buat dan diconfigurasi agar dapat bekerja tanpa
membuat resiko pada sekuriti.
3.
Update
Software
Tidak dapat dipungkiri, network dan komputer
client perlu melakukan updates pada masing-masing software dan sistem yang
digunakan. Pada software security fixes adalah hal yang biasa diupdate, karena
rawannya cracker yang berusaha mengeksploit kelemahan yang ada pada software
yang akan/belum di update.
4.
Tunning
Performasi
Salah satu tugas administrasi sistem yang
paling sering dilakukan adalah melakukan tunning performasi pada sistem. Secara
awam untuk mengetes performasi dapat dilakukan sebuah simulasi browsing situs
pada internet. Tunning dapat diukur apabila ukuran seperti load page time pada
mozilla dan pemakaian memori untuk program yang lain.
5.
Administrasi
Network
Tiap-tiap Komputer client pada
perusahaan besar biasnya menggunakan internet Administrasi jaringan/network
pada sebuah jaringan merupakan suatu hal yang tak terpisahkan pada administrasi
linux
(Janita, 2008).
Linux merupakan system operasi
multiselular yang artinya dapat dipakai oleh lebih dari satu pengguna. Untuk
masuk ke system setiap pengguna harus memiliki nama user dan password yang
dimilikinya. Jadi tidak sembarang orang bisa masuk kedalam system ini. Selain
itu Linux juga memiliki sekuritas yang berupa hak akses terhadap suatu file dan
direktori. Perijinan terhadap file dan direktori dibagi menjadi 3 macam akses
yaitu :
a.
R (Read) :
ijin untuk membaca dan membuka file dan direktori, nilainya adalah 4.
b.
W (Writre)
:ijin untuk mengubah atau membuat/memodifikasi file dan direktori, nilainya
adalah 2.
c.
X
(Execute) :ijin untuk menjalankan program dan dapat difungsikan direktori kerja
(pada direktori), nilainya adalah 1 (Hermawan, 2011).
Linux merupakan sebuah sistem
operasi yang serupa dengan UNIX, dan merupakan implementasi independen dari
sistem operasi POSIX, dengan ekstensi SYSV dan BSD sistem operasi UNIX, yang
terutama berjalan di mesin (baca: mikroprosessor) keluarga Intel 80386DX, atau
yang lebih baru (Supardi, 2001).
Linux disusun berdasarkan standar
sistem operasi POSIX yang sebenarnya diturunkan berdasarkan fungsi kerja UNIX.
UNIX kompatibel dengan Linux pada level system call, ini berarti sebagian besar
program yang ditulis untuk UNIX atau Linux dapat direkompilasi dan dijalankan
pada sistem lain dengan perubahan minimal. Secara umum dapat dikatakan Linux
berjalan lebih cepat dibanding UNIX lain pada hardware yang sama. Selain itu
UNIX memiliki kelemahan, yaitu tidak bersifat gratis (Hafiarny, 2005).
Administrator sistem melakukan beberapa
hal penting berkaitan dengan user dan group antara lain :
1. Pendaftaran nama login
2. Pembekuan nama login user
3. Penghapusan nama login user
4. Pembuatan group baru
5. Pembagian group
6. Pengaturan direktori home
7. Pengamanan file-file password
(Raharja,
dkk. 2011).
Berdasarkan hak akses terhadap file dan direktori, Linux
membagi user menjadi 3 kelompok yaitu :
1.
Pemilik (Owner) :
pengguna yang mebuat file atau direktori tersebut.
2.
Kelompok (Group) :
merupakan kelompok dari sebuah pengguna. Misalnya, beberapa pengguna
dikelompokan dalam Group tertentu.
3.
Lainnya (Others) :
merupakan pengguna yang tidak masuk dalam kelompok Owner dan Group.
(Masiyus, 2014).
Dalam
sistem linux terdapat kepemilikan file atau ownership dan hak akses permission.
Hak Akses merupakan keamanan file dalam sistem linux. Linux adalah sistem
operasi yang multiuser, artinya dapat menampung banyak user secara baik. Karena
linux adalah sistem operasi yang berdifat multiuser maka diperlukan mekanisme
sistem untuk mencegah hak akses dari setiap file dari setiap user.
1. Merubah
Kepemilikan File
Untuk mengubah kepemilikan sebuah
file kita bisa mempergunakan perintah chown yang memiliki format yang sama
dengan perintah chmod. Bedanya yang kita ubah adalah kepemilikan sebuah file.
Sintak yang digunakan adalah:
chown <users>
<objek yang ingin diubah>
(Yenti, 2014).
2. Hak akses file di linux adalah
sangat penting untuk mencegah user yang tidak berkentingan mengakases file-file
tertentu. Di dalam linux terdapat user administrator atau biasa disebut super
user atau root. Jika kita menggunakan user ini maka akan dapat mengakses semua
file yang ada. Di dalam linux terdapat 3 hak akses. Adapaun hak akses tersebut
adalah :
a. R (Read) : izin untuk membaca dan membuka file dan direktori,
nilainya adalah 4.
b. W (Writre) : ijin untuk mengubah atau membuat/memodifikasi file
dan direktori, nilainya adalah 2.
c. X (Execute) : izin untuk menjalankan program dan dapat
difungsikan direktori kerja (pada direktori), nilainya adalah 1.
(Masiyus, 2014).
3.
Merubah hak akses, sebelum
merubah hak akses perlu diketahui singkatan singkatan yang digunakan dalam
perintah dan mengetahui struktur atribut sebuah file. Cara merubah hak akses
ada 2 metode dan dengan menggunakan perintah chmod :
a. Metode Angka
Perintah ini akan merubah perizinan suatu
file/direktori menggunakan kode akses berupa 3 digit nomor tertentu, yang
merupakan perwujudan dari hak akses suatu file di Linux. Masing-masing kode
tersebut adalah 4 untuk membaca
(read), 2 untuk menulis, dan
yang terakhir adalah 1 untuk
menjalankan sebuah file.
b. Metode Huruf
Kalau pada metode angka menggunakan angka-angka, maka pada symbolic mode mempergunakan huruf
yang bisa dikombinasikan.
4. Mengubah group pemilik file
Untuk mengubah group pemilik sebuah file kita
bisa mempergunakan perintah chgrp yang juga memiliki format yang sama dengan
perintah chown. Bedanya yang kita ubah adalah group pemiliknya.
(Yenti, 2014).
Diatas merupakan sedikit pembahasan mengenai praktikum ini. Untuk laporan bisa download disini.






0 komentar:
Posting Komentar